Showing posts with label Documentary. Show all posts
Showing posts with label Documentary. Show all posts

Friday, February 14, 2014

Review: Cutie and The Boxer (2013)


New York 1969. Tanggal yang mempertemukan Noriko, gadis berusia 19 tahun dengan guru seninya yang berusia 41 tahun bernama Ushiro Shinohara. Hubungan yang awalnya sebatas guru-murid ini akhirnya berujung menjadi cinta ketika Noriko lebih memilih menikah dengan Ushiro yang usianya jauh diatasnya dan harus menunda meniti karir sebagai seniman yang diimpi-impikannya.

Monday, December 30, 2013

Review: Stories We Tell (2013)

 

Individu mana yang rela masalah-masalah keluarganya yang termasuk urusan pribadi didokumentasikan dalam bentuk film kemudian ditonton oleh masyarakat luas? Saya rasa anda akan menjawab dengan tegas pasti tidak ada. Tapi nyatanya ada seseorang bernama Sarah Polley yang mengambil langkah berani ini dengan mendokumentasikan 'isi' keluarganya sepeningggal ibunya saat dia masih berusia 11 tahun.

Tuesday, December 17, 2013

Review: The Class of '92 (2013)


Alan Hansen mantan pemain Liverpool yang kini menjadi pundit sepakbola di Inggris sana dalam salah satu interviewnya pernah mengatakan demikian “You can’t win anything with kids.” Hal ini disampaikannya pada pembukaan Liga Inggris musim1995-1996. Saat itu Manchester United berhasil mengalahkan Aston Villa dengan skor 3-1 setelah menjual 3 pemain bintangnya Paul Ince, Mark Hughes, dan dan Andrei Kanchelskis. Dan mengenalkan dunia dengan nama-nama seperti Scholes, Beckham, Butt, Neville bersaudara dan Giggs. Disinilah keraguan seorang Alan Hansen muncul. Saya tidak tahu atas dasar apa dia sampai mengeluarkan kalimat itu. Entah itu karena dia adalah mantan pemain Liverpool yang punya sejarah perseteruan paling rumit dengan MU atau memang dia sedang berpikir serasional mungkin bahwa MU tidak akan menjuarai apapun pada musim itu dengan kehadiran ‘anak-anak kecil’.