Tuesday, March 25, 2014

Make The Earth a Better Place to Live!


Saya menulis ini bukan karena disuruh siapa-siapa apalagi untuk kampanye para caleg yang sebentar lagi akan mengikuti pemilihan umum. Saya menulis ini karena kesadaran saya sendiri dan tidak bermaksud menggurui anda. Jadi anda membaca atau tidak terserah anda.

Tahun ini adalah tahun kedua saya menjadi volunteer Earth Hour. Maksud daya menulis ini adalah untuk mengajak anda untuk lebih peka terhadap lingkungan anda. Sudah banyak dokumenter atau film yang mengisahkan tentang bagaimana sakitnya bumi yang kita huni saat ini.


Yang paling dikenal banyak orang adalah dokumenter senator AS, Al Gore yang membuat sebuah kebenaran yang mengerikan tentang pemanasan global dalam An Inconvenient Truth. Dalam presentasinya, Al Gore menyatakan bahwa bumi sedang mengalami puncak siklus iklim besar yang akan segera terjadi. Suhu bumi sekarang sedang mencapai titik tertinggi sejak Ice Age ke dua. Hal ini menimbulkan mencairnya kutub utara dan selatan sehingga permukaan air laut meninggi dan mengakibatkan uap air bertambah banyak. Uap air yang banyak inilah yang menjadi potensi besar diproyeksikan menimbulkan jaman es ketiga dibelahan bumi utara dan selatan dan tenggelamnya beberapa pulau kecil di negara-negara tropis seperti yang ditunjukkan dalam The Day After Tomorrow.


Dengan tenggelamnya pulau-pulau tersebut mengakibatkan populasi hewan di pulau tersebut berkurang signifikan atau bahkan punah. Berbicara soal hewan, saya yakin salah satu dari anda pasti pernah menonton sirkus kan? Melihat hewan-hewan tersebut beratraksi memang mengundang decak kagum para penonton dan lucu. Tapi apa yang tidak anda ketahui adalah ketika nanti anda menonton dokumenter Blackfish mata anda akan dibuat terbelalak. Dalam Blackfish semua latihan sirkus paus pembunuh tersebut dibeberkan. Mulai dari pemisahan sang anak dari induknya sampai menewaskan salah satu trainer nya yang diakui oleh pihak sirkus sebagai kesalahan pelatih bukan binatangnya. Padahal dalam dokumenter ini menyebutkan bahwa paus yang dipisahkan dari induknya akan mengalami stres yang luar biasa hingga melakukan tindakan yang diluar dugaan.


Masalah lingkungan yang paling klasik dan utama adalah sampah. Setiap tahunnya ibukota Jakarta selalu mengalami banjir hebat setiap bulan Februari. Dan masyarakat selalu menyalahkan pemerintah yang dianggap tidak siap dalam menanggulangi bencan tahunan tersebut. Namun pernahkah terbesit dalam pikiran anda bahwa sesungguhnya tanggungjawab terbesar atas sampah adalah anda sendiri. Sudah menonton Wall-E kan? Disitu digambarkan bumi sudah tidak bisa dihuni lagi karena sampah yang telah menggunung dan harus pindah ke planet lain. Di planet tersebut manusia terihat gendut dan malas seakan tidak punya kesadaran diri untuk memperbaiki planet dimana mereka dilahirkan. Ironis.


Satu lagi fakta mencengangkan adalah ketika Chasing Ice tayang, betapa kagetnya saya ketika mengetahui bahwa es di kutub utara telah mencair seluas 20 kali lapangan sepakbola profesional. Inilah yang dokumenter terakhir yang membuat saya benar-benar ketakutan.


Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi kita tercinta ini? Jawabannya adalh mulailah melakukan tindakan ramah lingkungan sekecil apapun. Mulai dari membawa botol minum sendiri, mengurangi tas plastik saat berbelanja, menggunakan transportasi umum sampai menggunakan sepeda ke kantor atau kampus. Terlihat kecil kan? Mungkin anda akan merasa tidak ada dampak yang cukup ketika orang-orang lainnya bersikap skeptis terhadap hal-hal seperti ini. Tapi percayalah melakukan sesuatu walaupun kecil akan sangat berguna daripada hanya membicarakannya.


Tanggal 29 nanti World Wild Fund akan mengadakan gerakan mematikan lampu bernama Earth Hour serempak seluruh dunia. Gerakan ini telah dilakukan di 183 negara dan telah dilakukan sejak 2009. Tahun ini, Earth Hour Global menunjuk The Amazing Spiderman 2 menjadi ambassador nya. Dengan gerakan ini diharapkan masyarakat sadar akan lingkungannya. Tidak hanya memadamkan lampu selama satu jam,tapi juga melanjutkan kegiatan-kegiatan ramah lingkungannya. Mungkin ini sedikit klise, tapi kalau bumi sudah tidak layak lagi dihuni, mau hidup dimana anda?

No comments:

Post a Comment