Thursday, March 6, 2014

Technical Masterpiece from Alfonso Cuaron's Gravity


7 tahun Alfonso Cuaron harus menunggu untuk menuangkan idenya menjebak Sandra Bullock ke luasnya luar angkasa. Alasannya adalah masalah teknologi pada saat itu yang masih belum layak untuk memfasilitasi mahakarya Alfonso Cuaron ini. Dan tahun lalu ketika Gravity akhirnya dipublikasikan, betapa berharganya penantian 7 tahun tersebut kepada para pecinta film dunia ketika disuguhi visualisasi yang menakjubkan serta hidden message yang ingin disampaikan Cuaron kepada penontonnya. Saya pun sampai saat ini belum bisa move on tentang bagaimana hebatnya Gravity yang pada ajang Oscar lalu menggondol 7 kategori teknis termasuk untuk sang Sutradara sendiri. 7 tahun untuk 7 Oscar? It can't be a coincidence.

Meskipun saya agak sedikit kecewa ketika juri Oscar mengumumkan 12 Years a Slave sebagai Best Picture, namun juri Oscar tidak bisa memalingkan perhatian mereka terhadap pencapaian aspek-aspek teknis dalam Gravity yang mungkin akan menjadi film luar angkasa terbaik selama beberapa tahun kedepan. Untuk itu saya akan sedikit menjabarkan bagaimana hal-hal teknis dalam Gravity hingga mampu merebut semua piala Oscar lalu. (contains major spoiler!!!!!)


Sound Mixing & Editing



Glenn Freemantle adalah orang yang paling bertanggungjawab atas tersengal-sengalnya penonton ketika keluar dari bioskop yang seperti kehabisan nafas. Glenn berhasil mencampuradukkan bagaimana suara harus berperilaku di luar angkasa yang kedap suara. Lalu mensinkronkan suara kehabisan nafas Ryan Stone yang membuat penonton juga ikut-ikutan sesak nafas.


Visual Effects



Visual Effect adalah poin penting Gravity. Hal ini juga yang membuat Alfonso harus menunda idenya ini hingga 7 tahun. Namun lihatlah hasilnya. Gravity memang tidak membobardir seluruh isi filmnya denga efek yang spektakuler seperti para pesaingnya di Oscar. Visualisasi pemandangan luar angkasanya yang natural dan tidak terkesan 'wah' inilah yang berhasil membuat penontonnya takjub. Kapan lagi melihat matahari terbenam bersamaan dengan aurora borialis yang indah.


Editing



Banyak sekali yang memuji bagaimana Alfonso menghadirkan pembukaan 13 menit take panjang tanpa editing yang mengagumkan dengan pergerakan kamera yang dinamis yang tidak memusingkan kepala penontonnya dalam keadaan Zero G. Namun yang sebenarnya tidak diketahui banyak orang adalah sebenarnya ketika menggarap Gravity adalah Alfonso harus membuat pre-visualization animasinya terlebih dahulu kemudian mengeksekusi animasi tadi dengan para pemeran sebenarnya lalu dikomparasi dengan final animasinya apakah sesuai dengan apa yang diharapkan atau tidak. Dalam hal ini tim editorlah yang harus bekerja susah payah untuk mengerjakannya. In case you're wondering how Alfonso executed that opening sequence, He used this robotic arm camera.


 Cinematography



Akhirnya dewan juri Oscar yang terhormat mengakui sinematografi hasil jerih payah Emmanuel Lubezki. Setelah hanya menjadi pecundang dalam Tree of Life, kini dia berhasil membawa pulang patung botak itu. Sinematografinya yang cantik dan penuh maknalah yang berhasil mebawanya naik ke podium Oscar. Contoh potongan scene diatas ketika Matt Kowalsi harus merelakan dirinya sendiri untuk menyelamatkan Ryan Stone dengan bergerak menjauhi ISS. Disini terlihat betapa cantiknya pengeksekusian gambar dari Lubezki serta memberikan sebuah makna betapa kecilnya kita umat manusia di luar angkasa yang membentang luas.

Scoring


Kalau tidak disertai dengan iringan score dari Steven Price, bisa saja adegan kembalinya Ryan Stone ke bumi ini menjadi adegan yang tidak ada artinya. Tapi untung saja Steven Price berhasil melatari adegan tersebut dengan aransemennya yang emosional serta megah yang juga didukung oleh alunan melodi dari Lisa Hannigan yang merdu.


Tak hanya itu ketika harus berhadapan dengan adegan aksi yang harus hadir tanpa suara, Steven berhasil menakuti penontonnya dengan score minimalis yang menegangkan dihadapan hantaman benda-benda angkasa yang saling bertabrakan secara mengerikan.

Bonus



Coba dengarkan score Steven Price yang satu ini. Dentingan pianonya terdengar begitu minimal dan tenang kan? Jika anda masih ingat inilah momen dimana Ryan Stone berhasil masuk kedalam space station setelah terombang-ambing tak beraturan bersama Matt Kowalski. Seketika setelah masuk, Ryan Stone membuka keran oksigen, melepas baju berat astronotnya, melayang lega hingga membentuk sebuah gambaran fetal position yang luar biasa cantik.


Bagaimana sebenarnya Alfonso mengambil adegan ini adalah sederhana. Sandra Bullock hanya duduk dengan dengan posisi tetap diatas seat sepeda dengan kaki kanannya sudah berada diatas pedal kemudian bergerak perlahan menundukkan badannya, menekuk kedua tangannya, mengangkat kaki kirinya hingga sejajar dengan yang kanan. Kemudian robotic arm camera melakukan pekerjaanya dengan berputar searah jarum jam diikuti oleh cahaya di backgroundnya sebagai reperesentasi matahari sehingga Sandra terlihat seperti melayang melingkar di udara hingga terbentuk image yang diinginkan oleh Cuaron.


Hasilnya adalah proses rebirth sempurna Dr. Ryan Stone yang damai dan tenang yang sukses membuat seluruh kru menitikkan air mata mereka dikarenakan proses pengambilan gambarnya yang butuh waktu lama. This is The Best Shot in 2013.

No comments:

Post a Comment